MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) tampaknya sulit memasarkan sayur-mayur dan buah-buahan serta ikan ke negara-negara Eropa dan Rusia, karena kendala teknis dan aturan ekspor ke negara tujuan untuk produk tertentu.
“Saat ini, primadona ekspor Sumut ke sejumlah negara Asia dan Eropa masih berupa rempah-rempah dan kopi, belum bisa tergeser meski ekspor saur mayur tidak begitu tinggi volumenya,” kata Kasubdis Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, Elly Silalahi, MSi, di Medan, tadi siang.
Penegasan ini disampaikan Elly menyikapi peluang ekspor Sumut ke Rusia setelah kunjungan Sekdapropsu RE Nainggolan dan Kepala Dinas Perdagangan Sumut H Hasbi Nasution ke Rusia pertengahan September lalu.
Menurut Elly, Rusia memang pasar potensial keempat terbesar setelah negara-negara besar Eropa, Asia dan Timur Tengah, namun karena ketatnya aturan teknis dan ekspor, keuntungannya tidak terlalu signifikan. Untuk jenis komoditas segar/basah yang menggunakan freezer (pendingin) di kontainer, diperlukan biaya tambahan di pelabuhan ekspor, sedangkan nilai jual produknya relatif rendah. (Partono)