Dikhawatirkan Runtuh

DPRDSU Desak Pemkab Langkat Perbaiki Jembatan Cengal

Dikhawatirkan Runtuh
jembatan.jpg

MEDAN – DPRD Sumut meminta Pemkab Langkat  untuk segera memperbaiki jembatan Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

“Kita minta Bupati Ngogesa Sitepu turun tangan, jangan sampai jembatan itu runtuh seperti yang terjadi di Kutai Kartanegara,” ujar anggota DPRD Sumut, Rauddin Purba,
di Medan, Senin (20/2).

Politisi Partai PKS ini mengomentari hasil resesnya di sejumlah kawasan di Langkat pekan silam.

"Saya ingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat untuk dapat segera memperbaiki jembatan - jembatan itu. Jangan sampai terjadi lagi tragedi "Jembatan Kutai Kartanegara" di Tanjungpura. Demikian juga dengan jalan-jalan yang ada, diharapkan supaya pemerintah, khususnya aparatur di kecamatan, cepat tanggap dan bertindak. Jangan menunggu ada jatuh korban baru bertindak," ujar Rauddin.

Rauddin juga mendesak Pemkab Langkat memilki kepekaan dan kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menurut anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Sumut IX Binjai - Langkat itu, berdasarkan hasil resesnya di Desa Tapak Kuda, Tanjungpura, Langkat, Selasa (7/2) lalu.

Dalam reses itu, Rauddin mendapatkan kondisi jalan di daerah itu merupakan tanah berbatuan yang bergelombang dan berlubang-lubang.

Desa yang berjarak sekira 40 km arah Utara Kota Tanjungpura, sebuah kota kecamatan di Kabupaten Langkat, posisinya berada di tepi laut dan dihuni sekitar 500 KK yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Pelabuhan kecil yang diberi nama Pelabuhan Tapak Kuda, menjadi tempat lalu lintas kegiatan sosial ekonomi warga desa tersebut.

Masyarakat di sana jarang menggunakan angkutan darat kalau mau bepergian. Pengakuan Syaiful, seorang warga di sana, umumnya mereka menggunakan perahu untuk pergi dan datang ke Tapak Kuda karena jalanan desanya hancur parah. Apalagi bila air pasang, warga sama sekali tidak mau melalui jalan desa.

Pengakuan Rahmiatun, seorang ibu rumahtangga di desa tersebut mengatakan, bahwa akibat jalan menuju desa rusak parah, harga - harga barang, terutama sembako menjadi lebih mahal dibanding di tempat lain. Karena para pedagang malas datang akibat jalana yang rusak parah.

Berbahaya

Selain itu, jembatan di desa itu juga berbahaya untuk dilintasi karena sudah tua dan tiang besinya sudah lapuk dan berkarat. Rauddin bersama masyarakat Desa Tapak Kuda, Desa Bunbun, Desa Pematang Cengal, dan Desa Pematang Cermin, melakukan peninjauan ke lokasi jembatan yang disebutkan rusak itu. Jembatan Pematang Cengal, kata Rauddin, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan.

"Jembatan itu sebenarnya sudah tidak bisa digunakan lagi karena papan kayunya sudah tidak ada. Warga sudah berulangkali mengeluhkan kondisi jembatan itu kepada pemerintah, tapi belum pernah ada tanggapan sampai hari ini. Jadi agar bisa tetap dilalui warga, masyarakat bergotong-royong memasang balok-balok dari pohon kelapa. Karena kondisinya serba darurat, bila malam, jarang ada warga yang melintasinya. Apalagi tidak ada lampu penerangan jalan di sini," ungkap politisi dari Fraksi PKS tersebut.

Sekira 5 km dari Jembatan Pematang Cengal, persisnya di perbatasan Pematang Cermin dan Desa Bunbun, masih ada lagi jembatan yang sama parah kondisinya, yakni Jembatan Pematang Rambut. Jembatan yang dilalui aliran Sungai Wampu itu, landasannya terbuat dari plat baja yang sudah lapuk.

Di sisi tepi kiri dan kanan jembatan, menganga lubang tanpa plat landasan selebar 50 cm sepanjang jembatan. Tiang - tiang penyangga jembatan, sudah aus ditelan usia dan sangat rapuh. Warga mengaku harus ekstra hati-hati bila melintasi jembatan ini. (Partono)

cara mudah dan murah membuat website