Gedung Induk Renggut Korban Jiwa

DPRD Sumut Desak Pelaksana Proyek Bertanggungjawab

Gedung Induk Renggut Korban Jiwa
gedung.jpg

MEDAN -  DPRD Sumut mendesak PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (Jakon) selaku pelaksana proyek gedung induk dewan untuk bertanggungjawab atas terulangnya insiden yang menyebabkan seorang pekerjanya tewas saat bertugas.

“Kita prihatin, dan minta pelaksana proyek bertanggungjawab,” kata Ketua Komisi E John Hugo Silalahi kepada pers di Medan, Rabu (25/1).

Penegasan ini disampaikan politisi Partai Demokrat ini menyikapi jatuhnya korban pekerja dari gedung induk DPRD Sumut yang berlokasi di Jl Imam Bonjol No 5 Medan hari Jumat lalu.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, korban yang belum diketahui identitasnya itu dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani pengobatan di rumah sakit Adam Malik Medan.  
“Saya dengar ada yang jatuh dari scaffolding (tangga lipat) gedung induk (paripurna) hari Jumat 20 Januari 2012 jam 10.00 WIB. Setelah itu dibawa ke rumah sakit Malahayati Medan, namun karena lukanya parah, lantas dibawa ke RS Adam Malik, dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya” ujar seorang Satpam yang bertugas di lokasi proyek.  

Korban yang disebut-sebut berasal dari Tebingtinggi ini bertugas di gedung induk DPRD Sumut selama setahun. Dia menjadi korban ketiga selama proses pembangunan gedung DPRD Sumut berikut bangunan induk yang menelan biaya Rp185 miliar ini..

Tidak ada informasi lebih jauh tentang nama dan bagaimana korban bisa terjatuh. Sekretaris DPRD Sumut yang dikonfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan. Ajudannya, Jamaluddin mengarahkan konfirmasi ke bagian umum, Syahrul. Namun

Syahrul sendiri tidak mengetahui insiden ini karena baru saja menjalani pengobatan.
Hal yang sama juga dikonfirmasi ke Benny Miraldi, kabag perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumut yang juga salahsatu panitia pembangunan gedung induk yang dibangun dengan biaya puluhan miliar itu.

Benny terkesan menutup-nutupi insiden ini. “Aku gak tahu bang, hubungi saja langsung pimpronya,” kata Benny. Namun ketika diminta nomor ponselnya, Benny menolaknya.

Terhadap insiden yang menimpa pekerja PT Jakon, Ketua Komisi E John Hugo Silalahi menegaskan, harusnya pihak pelaksana memberikan perlindungan terhadap para pekerjanya agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

“Laporan yang disampaikan adalah pekerja yang jadi korban tidak mengenakan alat pengaman, kita harus cek dulu kebenarannya. Kalau demikian, ini sudah kesalahan,” ujarnya. Menyinggung rencana pemanggilan PT Jakon, John Hugo tidak mengomentarinya, dengan alasan hal itu semata karena masalah teknis.

Menambah Beban

Jatuhnya korban paling akhir ini seakan menambah beban PT Jakon dalam merampungkan penyelesaian gedung induk DPRD Sumut.   Anehnya, insiden yang terjadi untuk ketiga kalinya ini, dua di antaranya berlangsung hari Jumat dan satu lagi bersamaan terjadi pada bulan Januari.

Seorang pekerja asal Jawa Tengah (Jateng), Semarang, Siswo,43, terjatuh dari lantai tiga gedung bangunan DPRD Sumut pada 21 Januari 2010. Peristiwa naas ini saat korban sedang memasang material bangunan di lantai tiga, gedung yang sedang dalam proses pembangunan.  

Selanjutnya, Richardo Panjaitan (26), mekanik pemasangan jaringan listrik dalam proyek pembangunan gedung DPRD Sumut ditemukan tidak bernyawa, Jumat 16 Juli 2010 sore. Kuat dugaan, korban tewas akibat tersengat arus listrik. Selain korban jiwa,  gedung ini pun disorot habis para anggota DPRD Sumut, lantaran pengerjaannya terkesan molor.

Dalam rapat dengan Komisi D DPRD Sumut tahun lalu, Direktur Operasi PT Jaya Konstruksi Zali Yahya menjelaskan, proyek gedung induk (paripurna) itu dikerjakan pada 23 Mei 2011 sampai 28 Februari 2012.

Namun Kepala Proyek Gedung Paripurna, Adityo Nugroho mengatakan, pembangunan gedung induk yang diproyeksikan selesai Desember 2011 itu mengalami keterlambatan, karena terkendala saat proses penghancuran gedung paripurna yang lama baru selesai dirubuhkan pada Mei 2011.

Gedung induk merupakan bagian akhir dari pengerjaan yang dilakukan PT Jakon, setelah yang pertama gedung untuk para anggota dewan sudah selesai dikerjakan dan ditempati para wakil rakyat itu sejak Oktober 2011. (Partono)

 

cara mudah dan murah membuat website