DPRDSU: Bank Sumut Perlu Perluas Kredit UKM

bank.jpeg

MEDAN - DPRD Sumut meminta Bank Sumut untuk terus memperluas jangkauan Usaha Kredit Mikro (UKM)  sampai ke desa-desa, sehingga pemerataan kesempatan berusaha dapat terpenuhi.

“Saya melihat cakupannya masih kurang sehingga harus diperluas,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumut, Marasal Hutasoit dalam rapat dengar pendapat dengan PT Bank Sumut dan jajarannya di ruang dewan, Selasa (24/1).

Menurut politisi Partai Damai Sejahtera ini, masyarakat di desa belum sepenuhnya menikmati kredit UKM, karena keterbatasan informasi, sarana dan prasarana.
“Mereka juga berhak berusaha dan perlu diberi modal usaha agar tidak tertinggal dibanding daerah lain,” sebutnya.

Menanggapi permintaan itu, Dirut Bank Sumut Gur Irawan mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan penyaluran kredit ke berbagai lapisan masyarakat.  Berdasarkan data,
Bank Sumut bahkan sudah mencatat penyaluran kredit mencapai Rp 10,9 triliun sampai Agustus 2011, naik sekitar Rp 300 miliar dibanding posisi akhir 2010.

"Pertumbuhannya (kredit) bagus, sampai Agustus kredit sudah Rp 10,9 triliun, bertambah Rp 300 miliar dari akhir tahun lalu," kata Gus Irawan.

Segmentasi kredit sampai saat ini paling besar masih di usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 98% dari total kredit. "UKM kita itu untuk kredit sampai Rp 5 miliar. Itu total kredit 98% UKM, termasuk itu pola yang Grameen  Bank kepada ibu-ibu itu jumlah nasabahnya sudah hampir 46.000 orang di seluruh Sumatera Utara," terangnya. Sementara untuk bisnis syariah, sampai Agustus 2011, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sumut telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 420 miliar dari target sebesar Rp 700 miliar di 2011.

Namun untuk daerah-daerah yang belum terjamah, Gur Irawan mengaku, sudah memetakan potensi yang ada di kabupaten/kota di Sumut. “Mudah-mudahan, pengguna kredit dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan Bank Sumut,” kata Gur Irawan.

Menyinggung soal Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) tahun 2011, disebutkan sudah  
terealisasi 100 persen. Hingga saat ini, Bank Sumut telah menyalurkan Rp37,5 miliar KUPS kepada petani dari Rp60 miliar dana yang tersedia.

Lobi Pemerintah

Pada kesempatan itu, Gus mengatakan, saat ini masih ada Rp22 miliar lagi dana KUPS untuk disalurkan kepada masyarakat. “Kalaupun dana itu nanti kurang, kita akan coba melobi pemerintah pusat untuk menambah lagi,” katanya.

Dijelaskan, bunga pinjaman KUPS hanya lima persen, dan masa pembayaran bagi peternak dimulai setelah dua tahun berjalan. Nilai pinjaman, bahkan sampai Rp1 miliar untuk seorang peternak atau kelompok.

“Ini sangat membantu. Kita sangat miris dengan kondisi peternakan Sumut. Untuk memenuhi kebutuhan daging saja kita harus impor dari berbagai provinsi bahkan luar negeri. Ini situasi yang sangat kontradiktif, pasar yang begini besar namun produknya tidak terpenuhi. Makanya KUPS ini dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sapi Sumut,” katanya.

Gus Irawan juga mengatakan pihaknya sampai kini konsentrasi membantu pengembangan UKM. Hingga kini, khusus wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya, mereka telah menyalurkan bantuan kepada 3000-an UKM. Dari jumlah itu kata dia, tidak satupun bermasalah. Karenanya, dia berharap agar progran KUPS dapat terserap maksimal di wilayah Labuhanbatu khususnya Labusel.

“Kita terus berupaya dekat dengan masyarakat, dan Bank Sumut terus berkembang. Aset Bank Sumut hingga November 2011 Rp20,4 triliun dan memiliki 177 kantor di Sumut,” katanya. (Partono)

cara mudah dan murah membuat website