RUPS LB Bank Sumut Akal - Akalan Gatot

Mulkan_Ritonga_karyaMayjen.jpg

MEDAN - Rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Bank Sumut yang digagas Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho, dinilai kalangan wakil rakyat di DPRDSU sebagai akal-akalan Gatot guna memasukkan “anak mainnya” di Bank milik rakyat Sumut itu.

Anggota Komisi C DPRD Sumut Eddi Rangkuti mengatakan RUPS LB itu, mudah ditebak sebagai akal bulus Gatot. Dia ingin menempatkan orangnya, Rudi Dogar, untuk menduduki jabatan Direktur Kepatuhan Bank Sumut yang kini lowong, setelah pejabat lamanya meninggal dunia.

"Kalau mau menempatkan orang, tidak perlu sampai RUPS LB. Plt Gubsu tinggal bilang saja apa maunya, tidak perlu mengundang pemegang saham lain. Karena Pemprovsu itu pemegang saham pengendali," ujarnya   di Gedung DPRD Sumut, Selasa (24/1).

 

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, RUPS LB ini akan merusak kepercayaan masyarakat pada Bank Sumut. Pada akhirnya hal ini membuat kinerja bank kebanggaan masyarakat Sumut ini terganggu.

Anggota Komisi C lainnya, Muhammad Nasir menambahkan, isu RUPS LB ini tidak baik bagi Bank Sumut di tengah kompetitifnya persaingan perbankan saat ini. "Jangan ada isu negatif terhadap Bank Sumut. RUPS LB ini jangan sampai ada kepentingan politik yang menumpang," bebernya.

Sementara Mulkan Ritonga, anggota Komisi C lainnya, menilai upaya Plt Gubsu memasukkan orangnya ke dalam jajaran direksi Bank Sumut adalah untuk membuat kekacauan di dalam manajemen. Padahal harus disadari, itu akibat ketidakmampuan Komisaris Utama PT Bank Sumut Djaili Azwar mengaktualisasi keinginan Plt Gubsu itu.  

"Jadi seharusnya yang diganti itu komisaris utama, bukan komisaris independen yang notabene perwakilan masyarakat. Nanti masyarakat bisa marah. Kita harap para pemegang saham (Bupati/Wali Kota) yang hadir dalam RUPS LB bisa mencermati persoalan ini untuk kebaikan Bank Sumut," ujarnya.

Timbulkan Rush

Demikian juga Hj Melizar Latif mengingatkan, jangan masalah yang kecil-kecil menimbulkan konflik berkepanjangan yang akhirnya bisa menimbulkan rush. Merusak keinginan menjadikan Bank Sumut sebagai bank devisa menuju IPO atau pasar modal untuk regional champion sesuai program BI. Menjadikan bank terkemuka di daerah melalui produk dan layanan kompetitif dengan jaringan luas dikelola secara professional.

“Direksi harus tetap fokus terhadap upaya menjadikan Bank Sumut jadi bank devisa menuju IPO untuk regional champion,” ujarnya.

Sementara Dirut Bank Sumut Gus Irawan didampingi para direksi dalam rapat dengar pendapat di Komisi C DPRDSU kemarin, mengaku kecewa munculnya isu terkait RUPS-LB. Dia sependapat jika isu tersebut muncul kepermukaan dapat mempengaruhi reputasi Bank Sumut.

“Jika ada polemik di komisaris, tidak hanya berpengaruh terhadap Bank Sumut, tapi bank bisa colaps,” ujarnya.

Terkait hal itu, Ketua Komisi C Marasal Hutasoit mengungkapkan beberapa kesimpulan rapat, diantaranya akan memanggil komisaris dan Bank Indonesia terkait aturan aturan-aturan atau otoritas perbankan swasta dalam pemilihan direksi..(Jen)

cara mudah dan murah membuat website