MEDAN - Seratusan pengunjukrasa yang tergabung dalam Hizbut Tahir Indonesia berunjukrasa, di depan Konsulat Amerika, Jalan Balai Kota, Sabtu (4/9)siang.
Pengujukrasa yang terdiri dari kaum muda itu ngutuk keras rencana pembakaraan Kitab Suci Al-Quran yang akan dilakukan sekte kecil agama kristen Florida, AS pada 11 September mendatang, dalam rangka peringatan tragedi WTC/911.
Selain melakukan orasi dengan mengunakan alat pegeras suara, pengunjukrasa juga membawa kartun bertulisan kecaman terhadap Amerika, dan 2 spanduk besar berisi kecaman, Aksi Hizbut Tahrir Bersama Umat Mengutuk Rencana Pembakaran Al-Quran, dan Rencana Pembakaran Al-Quran sama dengan Agenda Sinting Peringatan 11 September.
Mereka menilai, bila rencana pembakaran itu terjadi, akan memancing reaksi keras dari umat Islam di seluruh dunia dalam berbagai bentuk.
Untuk itu disampaikan kepada semua pihak untuk menghentikan rencana itu,”Bila tidak, Umat Islam akan berjihad,” teriak pengunjurasa.
Karena itu, menurut mereka kejadian ini mestinya memacu semangat dan kesungguhan seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya kembali Syariat dan Khilafah.”Hanya bila Khilafah tegak, umat Islam dapat dipersatukan kembali,” ujar mereka.
Aksi unjukrasa ini mendapat perhatian, dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, tampak hadir di lokasi Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga, Kasat Intelkam, Kompol Hayan, Kasat Lantas, I Made, dan sejumlah personil anggota Polsekta Medan Baru.
Hingga berita ini dibuat sore sekitar pukul 17.00 Wib, para pengunjukrasa masih melakukan oarasinya di depan Konsul Amerika. (Suherman)