Pencuri Nyaris Dibakar Massa

Perampok.jpg

MEDAN -  Ferdi Simatupang (35) warga Jalan Jalan Pajak Rambe Martubung, dan Imron Nababan (29) warga Komplek Gabion Simpang Kantor Belawan nyaris dibakar massa, Jumat (3/9). Keduanya tertangkap tangan mencuri laptop dari dalam mobil milik Erlinda Yani (34) warga Jalan Asoka Raya Medan.

Informasi dihimpun dikepolisian, kedua pengangguran ini sempat melarikan diri terjatuh dari sepeda motor, dan langsung ditabrak warga yang melintas mengendarai sepeda motor. Saat ditangkap massa, mereka malah membantah mencuri.

Karena emosi, massa lalu mempermaknya, bahkan warga yang sudah terbakar emosi meneriakan agar keduanya dibakar. Untung aksi main hakim itu terlihat petugas Polsekta Medan Baru, yang sedang patroli di lokasi kejadian sehingga kedaunya terhindar dari maut.

Lantaran sudah ada barang bukti satu unit laptop, dan sepeda motor yang digunakan untuk kejahatan, kedua bandit jalanan ini diboyong ke komando untuk menjalani pemeriksaan. Menyusul korabnnya membuat pengaduan.

Pengakuan korban Erlindayani, saat kejadian dia bersama ibunya Hj Hartini (78) baru saja memarkirkan mobil di depan toko elektronik di Jalan Gatot Subroto, dan di dalam mobil ada kedua anaknya Oca (10) dan Oki (6).

Belum lama di dalam toko, mereka tiba-tiba dikejutkan teriakan Oca yang saat itu terlihat sedang tarik menarik laptop dengan salah seorang tersangka. Lalu, ibu dua ini lari ke mobil, namun kedua perampok sudah kabur.

Tidak jauh dari lokasi, sepeda motor yang dikendarai tersangka ditabrak Mobil Ford Double Cabin dikemudikan Sugiono Prata, sehingga kedua tersangka terlempar ke atas trotoar. Saat akan ditangkap, keduanya bangkit, dan terus kabur ke perkampungan.

Suara ribut itu didengar warga, sehingga keduanya di kejar. Pelarian keduanya berakhir setelah menemui jalan buntu. Karuan saja, keduanya diadili warga yang sudah emosi.

Kedua tersangka dengan wajah babak belur, bahkan Simatupang, pelipis matanya sebelah kiri koyak, kepada juru periksa mengakui perbuatannya. Dengan suara yang nyaris tidak terdengar mereka mengaku nekad merampok karena ingin uang lebaran.

Di kesempatan terpisah Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru Iptu Fahrurozi kepada wartawan mengatakan, kedua perampok ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Mereka ini pemain lama. Saat ini masih diproses, dan sudah kita tahan,” pungkasnya. (Suherman)

cara mudah dan murah membuat website