Puluhan Ribu Warga Dirudung Bencana

Bupati T Karo Malah Pelisiran ke Belanda

Puluhan Ribu Warga Dirudung Bencana
Gunung.jpg

MEDAN – DPRD Sumut mengecam keras keberangkatan Bupati Tanah Karo Daulat Daniel Sinulingga yang bertolak ke Belanda bersama sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ironisnya, kepergian orang nomor satu di Tanah Karo itu dilakukan saat 35 ribu warganya sedang dirudung duka akibat musibah meletusnya Gunung Sinabung.

“Kita mengecam keras Bupati DD Sinulingga ke Belanda saat rakyatnya sendiri kini menjerit dan terkatung-katung dilanda bencana gunung berapi,” kata anggota DPRD Sumut, Ir Taufan Agung Ginting MSP kepada pers via ponsel Jumat (3/9) malam.


Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumut ini, konformasi pelisiran DD Sinulingga ke Eropa ini disampaikan Ketua DPRD Tanah Karo Siti Aminah Perangin-angin.

“Katanya sudah dijadwalkan, tetapi kita tetap protes keras karena itu sangat bertentangan dengan hati nurani kita, apalagi saat ini para pengungsi sangat membutuhkan perhatian,” papar anggota Komisi B DPRD Sumut ini gamblang.

Bahkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri pernah memperingatkan agar kepala daerah jangan ke luar negeri saat warganya sedang dihadapkan pada bencana alam.

“Di mana lagi perasaan DD Sinulingga yang bersikeras ke Belanda, apa dia tidak tahu ini bencana nasional, bencana yang datang setelah 400 tahun gunung Sinabung tak meletus,” papar politisi yang berasal dari Dapem Tanah Karo ini.

Jelasnya, tandas Taufan, jangankan ke luar negeri, Bupati Tanah Karo bersama unsur Muspida dan jajarannya tidak boleh ke mana-mana. “Mereka harus memonitor situasi paling akhir agar para pengungsi tidak trauma setelah terjadi lagi letusan susulan gunung berani Sinabung,” jelas Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut ini.

Bingung

Hingga berita ini diturunkan, pasca meletusnya gunung Sinabung Jumat dinihari, ribuan warga yang berdiam di sekitar gunung tersebut kembali mengungsi. Sebagian warga berkumpul di dekat kediaman Bupati Karo di kawasan Jl Veteran karena belum tahu harus ke mana.

Para pengungsi tersebut masih bertahan di atas kendaraan atau berkumpul di pinggir jalan.

Umumnya mereka masih diliputi rasa panik dan belum tahu harus bagaimana. Kendati ada beberapa lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah setempat, namun mereka terkesan ingin mencari alternatif tempat yang lain.

“Kita sejak tadi pagi sudah dievakuasi dari kampung naik truk,” kata Farida Surbakti, salah seorang warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Menurut Farida, mereka sebelumnya sudah pernah mengungsi ketika gunung Sinabung baru meletus. Namun memutuskan kembali pulang beberapa hari lalu karena kondisi sudah lebih baik.

“Ini karena meletus lagi, jadi bingunglah. Tidak tahu bagaimana lagi. Dibilang aman pulang, padahal belum juga,” kata Farida. (Partono)

cara mudah dan murah membuat website