Pempropsu Tunggak Rp17 M di RSUP H Adam Malik

MEDAN - Tim Reses I DPRD Sumut menemukan fakta bahwa Pempropsu menunggak dana layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik sebesar lebih Rp17 miliar tahun 2010.

“Dana sebesar itu hingga kini belum dibayarkan, sehingga mengganggu kinerja rumah sakit kebanggaan Sumut itu,” kata Ketua Tim Reses Daerah Pemilihan (Dapil) I, Washington Pane kepada Medansatu, Minggu siang (15/8).

Didampingi Sekretaris Tim Muhammad Nasir, politisi dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Sumut itu mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. “Bagaimana mau jalan RSU Adam Malik kalau Pemprosu nunggak belasan miliar,” ujar Pane, yang berkunjung ke bagian administrasi rumah sakit itu pada 9 Agustus 2010 bersama anggota tim reses dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Medan.

Menurut Pane, tunggakan sebesar Rp17 miliar itu terdiri atas Jamkesmas untuk bulan Mei-Agustus 2010 sebesar Rp8 miliar, disusul Pelayanan Medan Sehat Januari-Agustus 2010 sebesar Rp6 miliar, dan Jamkesda Jan-Agustus 2010 sebesar Rp3 miliar. “Saya tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Pempropsu tega-teganya menunggak layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat itu,” paparnya.

Selain itu, berdasarkan amatan tim yang berkunjung ke rumah sakit berlokasi di Jalan Bunga Lam No. 17 Kecamatan Medan Tuntungan, Medan , peralatan medis masih kurang menggembirakan.

 “Sejauh ini, penggunaan alat medis masih terikat pada Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak lain, sehingga pelayanan menjadi tidak maksimal,” ujar Pane, yang juga anggota Komisi B DPRD Sumut yang membidangi masalah ekonomi ini.

Visi Gubsu

Senada dengan Pane, Sekretaris Reses Tim Dapil I DPRD Sumut, Muhammad Nasir menambahkan, dengan minimnya dana yang dikelola RSU Adam Malik, sulit dicapai patient safety goal dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan etika dan standar profesi.               

 “Ini sungguh bertentangan dengan visi dan misi Gubsu H Syamsul Arifin SE dengan programnya rakyat tidak boleh sakit, rakyat tidak boleh lapar dan rakyat tidak bodoh,” tandas politis Partai Kesejahteraan dan Sejahtera (PKS) Sumut ini.

Tim Reses I, lanjut Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut ini, mendesak Pempropsu untuk menindaklanjuti temuan wakil rakyat itu, agar RSU Adam Malik  bias memberikan pelayanan terbaik, terutama setelah rumah sakit di bawah Dirut Dr Djamaluddin Sambas, MARS menerima sertifikat akreditasi A pada HUT ke-17 pada 20 Juli lalu.

Dijelaskan, saat ini masyarakat semakin kritis dan mulai cenderung menuntut pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, lebih baik dan lebih ramah.

 “Untuk itu, salah satu prakondisi yang harus dipenuhi adalah meningkatnya mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang menjadi prioritas utama,” pungkas.(Partono)

cara mudah dan murah membuat website