MEDAN - Kapala Cabang Dinas Pendidikan Medan Johor Munawar S.Sos kembali melakukan intrik terhadap bawahannya dengan ucapan akan dilakukan mutasi dalam waktu dekat ini. ”Akan ada mutasi Kasek-kasek dalam bulan ini, “ tegasnya dalam rapat Selasa (10/8) di kantor cabang.
Menurut staf di Dinas Pendidikan cabang Medan Johor, tidak jelas motivasi pengumuman tersebut, karena sebelumnya Kacabdis Medan Johor sudah berulangkali menyebar isu hal yang sama. Sementara sejumlah Kasek disebut sebut yang dekat dengan Kacabdis telah membooking jabatan baru dengan imbalan puluhan juta.
Masalah booking jabatan yang identik memperdagangkan kedudukan di sekolah SDN tersebut menurut keterangan sudah bukan hal yang baru tetapi telah membudaya dan berkesinambungan. Birokrasi di jajaran dinas cabang pendidikan kecamatan terkesan tidak lagi mengacu kepada kompentensi dan prestasi, akan tetapi terkesan adanya kepentingan kelompok yang mementigkan keuntungan pribadi, ujar sumber tadi yang tidak mau disebutkan namanya.
Akibat pengumuman Kacabdis Medan Johor tersebut berpengaruh terhadap semangat kinerja Kasek-kasek SDN, sementara diantara Kasek yang sudah merasa berada diatas angin karena dibacking atasannya mencerminkan kesombongan.
Sementara, setelah tersiar di media masa tentang pelisiran pejabat Kacabdis pendidikan Medan Johor dan Kasek ke Timteng dan Bali dari uang fee penerbit mendapat sorotan dan desakan dari sejumlah elemen untuk diusut, terkesan Kasek SDN Inti yang terlibat mensponsori pelisiran tersebut menuai kegelisahan.
Malah menurut salah seorang staf pendidikan daerah itu Umyh mengatakan, salah seorang Kasek SDN sepulangnya dari Timteng sering teriak-teriak di kantor mengucapkan “Panas…panas”, semenjak mejadi perhatian murid murid. Diduga yang bersangkutan kehilangan kesadaran.
Pasalnya, terungkapnya kepergian ke Timteng dan Bali dari fee pembelian buku pelajaran baru tahun 2010 juga tidak kalah mendapat sorotan para wali murid dan mengecamnya telah mengorbankan kepentingan kurikulum siswa.
“Hal ini harus segera diusut Walikota, jika tidak mau disebut adanya persengkongkolan turut korup berjemaah,” tegas Haposan Siregar salah seorang wali murid di Medan Amplas.
Kita patut memeranginya, apalagi Kadiscabdik selalu melakukan intrik kepada Kasek memungut dana BOS dengan dalih dana “Partisipasi” sudah jelas melanggar hukum dan HAM, tambahnya kita minta Walikota memecat oknum jajarannya yang sudah merugikan program pendidikan.
Menurutnya, sesuai imbauan Mendiknas, masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana BOS dan bantuan dana untuk siswa miskin, sebaiknya kita proaktif peduli terhadap pengelola bidang pendidikan yang sudah menyalahi kewenangannya.
Cukup Lama
Masalah pungli dana BOS oleh pejabat di Kecamatan bekerjasama dengan Kasek SDN Inti sudah berlangsung cukup lama hingga kini belum ada tindakan serius dari aparat berwenang, kita imbau Walikota Medan segera membersihkan aparat yang tidak mendukung program pendidikan. Hal tersebut dapat menimbulkan preseden buruk bagi kinerja Walikota di masa mendatang,
Sedangkan pengurus LSM Peduli Anak Bangsa Drs Rahmadsyah Nst, mendesak Walikota Medan H.Rahudman Hrp tidak tutup mata terhadap kebobrokan aparat pendidikan yang terbukti melakukan pungli dana BOS. “Praktik ini sudah terlalu lama tanpa ada perhatian petinggi di daerah ini,” imbuhnya.
Bahkan penyimpangan pendistribusian sarana media pembelajaran berupa TV 29 In tidak merata bantuan APBN 2008 patut diusut, sebab ada indikasi dijual belikan ada satu sekolah diberi dua unit sekaligus, jelasnya mengakhiri. (Partono).