MEDAN - Jadwal operasi bayi kaki empat Rizka, 15 bulan, asal Labuhan Batu Utara sudah ditentukan. Tim dokter rumah sakit RSUP H. Adam Malik Medan, berencana memulai operasinya, Senin (9/8) mendatang. Operasi yang dilakukan tim dokter yakni untuk mengangkat kaki parasit Rizka yang tumbuh di selangkangan pahanya.
Jadwal operasi Rizka juga sudah diketahui orangtuanya Husnul Marpaung, (46). Husnul mengaku sudah siap menanggung segala resiko yang terjadi terhadap anak bungsunya tersebut. Namun Husnul berharap, operasi anaknya berjalan lancar dan dirinya dapat kembali membawa anaknya ke Labura.
Kasubbag Humas RSUP HAM Sairi M. Saragih, DCN, Mkes membenarkan rencana jadwal pengoperasian Rizka akan dilakukan Senin (9/8) mendatang. Rencana tersebut, menurutnya, merupakan hasil rapat pihak direksi RSUP HAM dengan sejumlah tim dokter yang terlibat.
“Jadwal operasinya sudah 90 persen dan rencananya Jumat ini tim dokter akan membahas untuk menentukan apa yang duluan ditangani, jadi operasinya nanti bertahap. Tidak sekaligus dilakukan hari Senin itu, seperti membentuk kelaminnya,” ungkapnya.
Menurut Sairi, tim dokter yang terlibat menangani Rizka yakni, tim dokter dari bedah urologi, jantung anak, orthopedic, dokter anak, radiologi dan lainnya. “Kondisi kesehatam Rizka sampai sekarang bagus, dan dia sudah mulai lasak.”
Libatkan 30 Dokter
Managemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, akan melibatkan 30 dokter spesialis dan juga perawat rumahsakit milik Departemen Kesehatan (Depkes) RI itu dalam pengoperasian bayi tersebut.
Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUPHAM, dr Azwan Hakmi Sp A menyebutkan, pengoperasian ini akan dilakukan secara bertahap dan nantinya sebelum pengoperasian dimulai, pihaknya akan melakukan persiapan secara fisik terhadap bayi asal Labura serta mempersiapkan peralatan, obat-obatan dan bahan habis pakai.
”Ada juga beberapa peralatan yang sudah kita pesan dari Jakarta seperti ventilator bayi dan cairan penghangat,” sebutnya.
Untuk Ketua Tim pengoperasian putri dari pasangan Asnizar (42) dan Husnul Marpaung (46) ini akan dipimpin oleh Prof dr Munir Lubis Sp A dan Prof dr Nazar Sp Orth.
“Kita juga sudah mempersiapkan 1 liter darah, trombosit dan prozer plasma untuk persiapan pengoperasiannya nanti dan untuk biaya keseluruhan pengoperasian tahap pertama ini kita memperkirakan mencapai Rp 300-400 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur SDM RSUPHAM, dr M Nur Rasyid Lubis Sp B FINACS menambahkan, pengoperasian ini direncanakan akan memakan waktu selama kurang lebih enam jam.
“Masing-masing spesialis akan kita libatkan disini termasuk nantinya co-ass dan PPDS, mengingat kasus seperti ini termasuk langka. Ini kita libatkan karena semua dokter spesialis akan melihat secara bersama langkah-langkah yang akan dilakukan, sehingga jangan ada nantinya alat-alat atau syaraf yang terputus akibat pengoperasian ini nantinya. Ini lah tingkat kesulitannya dan butuh konsentrasi yang cukup,” timpalnya.
Seperti diberitakan, bayi asal Labura itu kali pertama dirawat di RSUPHAM sejak April 2009 lalu atau sekira 15 bulan lamanya ia dirawat tim medis termasuk dokter dan perawat dan saat ini pihak rumahsakit masih melakukan persiapan secara fisik terhadap Riska dan Riski. (Rizal)