PERHATIAN saya tersita, ketika membaca situs berita online tadi malam. Judulnya : Anak Dilarang "Bersuara" di Depan SBY. Wartawan penulis berita tersebut, cukup berhasil membuat judul yang “menjual”, sehingga pembaca wajib membaca judul dan isinya.
Maksud berita itu adalah, gagalnya pembacaan Deklarasi "Suara Anak Indonesia" dihadapan Presiden SBY pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jumat 23 Juli 2010.
Semula, "Suara Anak Indonesia" tersebut telah dijadwalkan akan dibacakan di hadapan Presiden SBY selama lima menit. Namun kabarnya, waktu SBY tak cukup, sehingga pembacaan deklarasi itu dibatalkan.
Bah ! Begitukah sikap pejabat kita menghadapi anak ? Sudah sangat sibuk kah pejabat negeri ini, sehingga tak memiliki waktu sekedar lima menit untuk mendengar suara anak ?
Kenapa mesti ada peringatan hari anak, kalau ternyata kita sudah tak mau mendengar suara anak ? Apakah pejabat kita sudah bermental anak-anak ? Ataukah jumlah anak negeri ini sudah terlalu banyak ? Atau memang suara anak sudah tak perlu lagi bagi pejabat negeri ini ?
Bah ! Tak kusangka begitu. Saya pun akhirnya tak tertarik membaca berita pidato SBY saat menghadiri peringatan hari anak itu. Saya malah terlanjur membuat keputusan emosional, bahwa mereka ternyata tak menghargai anak. Pantaslah !!! ***