MEDAN - Satu perusahaan penerbitan buku pelajaran sekolah di Medan mengongkosi pelisiran puluhan pejabat di lingkungan dinas pendidikan tingkat kecamatan dan seorang kepala sekolah ke Timur Tengah (Timteng).
“Mereka bertolak ke Timteng 14 Juli dan sudah kembali ke tanah air 22 Juli lalu, dengan dalih umroh,” beber sumber di Disdik Medan, yang minta namanya tidak dikorankan kepada pers di Medan, Sabtu (24/7).
Pelisiran, lanjut sumber itu dikordinir Kepala Cabang Dinas Kecamatan Medan Johor dan Medan Amplas dan rutin dilakukan seiiring memasuki tahun ajaran baru. Namun sumber menambahkan, kegiatan para pejabat itu disponsori penerbit buku sebagai kompensasi fee pembelian buku.
Menurut sumber di Dinas Pendidikan di Kota Medan, setiap tahun ajaran baru, pejabat pendidikan di kecamatan mewanti-wanti Kepala Sekolah SD Negeri untuk membeli buku pelajaran baru pada penerbit tertentu, baik dari Jakarta maupun di Medan.
“Tahun ini, pembelian buku pelajaran SD disediakan penerbit dari Medan ,” lanjut sumber, seraya menambahkan dari hasil penjualan itu juga disebut sebut Kacabdis Medan Johor menerima imbalan berupa mobil baru dari penerbit.
Sedangkan tahun silam 2009, para kepala sekolah melakukan pelisiran ke Malaysia-Thailand disponsori penerbit dari Jakarta , ujar salah seorang guru SD Negeri di Amplas.
Lain lagi keterangan guru SDN 067775 Medan Johor, menjelaskan bahwa Kepala Sekolahnya, Azizah sebelum berangkat umroh mengatakan bahwa pemberangkatan dirinya tersebut merupakan sumbangan dari salah seorang wali murid.
“Bahkan hampir semua anggota perwiritan mendapat kabar kepergian tersebut, “ ujar ibu Suminah. Tetapi para guru di sekolah tersebut tidak menanggapi serius meskipun berbohong dan memakluminya. Karena, sudah mengetahui setiap tahun ajaran baru Kepala Sekolah tersebut rutin melancong ke luar negeri.
Mutasi
Sementara itu, kalangan pejabat di Dinas Pendidikan Medan menyesalkan, sikap Plh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Medan Johor Munawar S Sos yang melakukan intrik kepada kepala sekolah di jajarannya, dengan menyebarkan isu akan dilakukan mutasi atas perintah atasannya.
Isu tersebut sengaja dihembuskan sebagai intrik menakuti agar sejumlah Kepala Sekolah Negeri menyetorkan dana agar tidak dimutasi dan memberi kesempatan bagi Kepala Sekolah Negeri untuk memilih tempat Sekolah yang diinginkan.
Isu yang dilakukan Kacabdis Medan Johor Munawar bagaikan jual beli jabatan itu sudah dikembangkan sejak Rahudman mencalonkan Walikota Medan dan menurut keterangan dari manuver bernuansa ultimatum tersebut telah mengaut keuntungan ratusan juta setoran dari Kepala Sekolah yang takut dipindahkan dan yang sudah mengkapling jabatan baru.
Plh Kacabdis Medan Johor Munawar S.Sos ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya, pekan lalu lalu tidak berhasil dijumpai. Menurut stafnya, Munawar berangkat umroh bersama kepala sekolah negeri se Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Amplas. Sementara itu, Kadisdik Kota Medan Hasan Basri ketika dihubungi via ponsel membantah adanya satu penerbitan mensponsori keberangkatan bawahannya ke luar negeri. “Kalian ngarang aja. Jangan bikin sensasilah,” pungkasnya.
Terpisah, LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Nasional Sunarto, SE dan LSM Pedui Anak Bangsa, mengomentari, perbuatan para pejabat pendidikan tersebut terindikasi “kejahatan berjamaah”. Apapun alasannya selagi pergi ke luar negeri dari hasil kolusi mengorbankan fasilitas pendidikan, sudah jelas tidak dapat ditolerir, karena keberangkatan tersebut berbau KKN. “Ironi memang, jika hal ini sudah membudaya, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkrit,” ujarnya. (Partono)