MEDAN - Gubsu H Syamsul Arifin SE mengatakan, setetes darah yang didonorkan jauh lebih baik dari pada segumpal dosa yang diperbuat. Hal itu ditegaskan Gubsu ketika menghadiri Gebyar Donor Darah berbagai elemen masyarakat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipusatkan di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Sabtu (24/7).
Hadir saat itu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman bersama Anggota Parlindungan Purba SH MM, Ketua KORPRI Sumut yang juga Sekda Provsu Dr RE Nainggolan MM, Ketua MUI Sumut H Abdullahsyah MA, Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir, Ketua APTISI H Bahdin Nur Tanjung SE MM, Kadis Kesehatan Sumut Chandra Syafei dan para tokoh masyarakat Sumut lainnya.
Menurut Gubsu, dari pada berbuat dosa seperti sirik, dengki, ujub, angkuh, sombong dan berbagai penyakit hati lainnya, lebih bermanfaat berbuat kebaikan seperti melakukan donor darah. Sudah saatnya istilah 'susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah' dihapuskan melalui gerakan donor darah.
"Dengan berdonor darah kita bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Darah sebagai milik Allah yang mengalir di tubuh kita sesungguhnya juga ada hak orang lain. Karena itu, kita perlu berdonor darah secara rutin," kata Gubsu.
Dengan berdonor darah secara rutin, lanjut Gubsu, tubuh bisa menjadi lebih sehat. Karena pergantian sirkulasi darah yang terjadi di dalam tubuh akan membuat darah menjadi lebih bersih dan segar,
Harapan senada juga dikemukakan Ketua DPD-RI Irman Gusman. Menurutnya, melalui Gebyar Donor Darah 2010 yang digelar secara massal di Sumatera Utara akan mempercepat tujuan membawa Indonesia yang sehat sebagaimana diprogramkan pemerintah.
"Langkah yang dilakukan masyarakat Sumut akan sangat berguna bagi upaya pemenuhan kebutuhan stok darah nasional. Karena selama ini, ketentuan WHO yang semestinya oleh setiap negara harus menyediakan stok darah 2 persen dari jumlah penduduk, masih jauh dari harapan," papar Gusman.
Mewarnai acara Gebyar Donor Darah 2010 dari Sumut untuk Indonesia yang digagas Anggota DPD-RI Parlindungan Purba itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan (MoU) antara PMI dengan berbagai elemen masyarakat diantaranya KOPRPRI, MUI, PWI, APTISI, FKUB dan WALUBI.
Menurut Parlindungan Purba, dengan MoU tersebut diharapkan sosialisasi pentingnya melakukan donor darah untuk kesehatan dapat terus digencarkan demi kebaikan untuk sesama. Sekaligus dapat mengurangi harga tebus darah dari PMI yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.
Sementara Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir usai menandatangani MoU dan mengantarkan Anggota PWI yang melakukan donor darah menyatakan, sangat mendukung kegiatan bhakti sosial tersebut mengingat kemanfaatannya yang begitu luas.
"PWI akan ikut mendorong dan mengkampanyekan pentingnya berdonor darah untuk kesehatan melalui karya jurnalistik baik berupa tulisan, suara dan gambar yang dibuat wartawan di media massa. Sekaligus mengajak Anggota PWI di seluruh kabupaten/kota se Sumut untuk proaktif melakukan donor darah demi kesehatan," imbuh Syahrir.
Dalam gambar, Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir bersama elemen masyarakat lainnya menandatangani MoU guna mengkampanyekan pentingnya donor darah untuk kesehatan.(rel)