MEDAN - Puluhan orang yang menamakan dirinya Aliansi mahasiswa dan pemuda anti kemaksiatan melakukan unjuk rasa ke Mapolda Sumatera Utara, Kamis (22/7) pagi.
Mereka meminta agar Kapoldasu Irjen Pol. Oegroseno menangkap bos atau pemilik tempat hiburan Barcelona, di Jalan Willem Iskandar Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Hal ini dikatakan koordinator aksi Agus S Harahap didampingi puluhan anggotanya. Menurutnya, berdirinya kafe Barcelona sudah sangat menyalahi aturan dikarenakan, berdirinya diareal lembaga pendidikan yakni dekat dengan Unimed, IAIN, Amir Hamzah, Akpar dan Akper dan sekolah MAN 1 dan MAN 2.
Selain itu, lokasi ini juga berdiri diareal rumah ibadah Mesjid At Tawwabin dan Gereja HKBP, Methodist dan diduga menyajikan tarian telanjang dan tempat komersialisasi sex.
Dampak dari kejadian diatas sudah banyak menuai kritikan dari beberapa organisasi keagamaan, OKP,LSM dan masyarakat, namun selalu dianggap angin lalu dan menjadi tanda tanya besar,mengapa Poltabes Medan hanya diam,ada apa sebenarnya dengan Poltabes Medan,"ujar mereka.
Puluhan massa pengunjuk rasa ini kemudian diterima oleh Kassubid Dokliput AKBP MP. Nainggolan, yang mengatakan akan menindaklanjuti masukan dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Kemaksiatan yang kemudian akan dilaporkan ke Kapoldasu untuk dapat ditindaklanjuti. (Suherman)