MEDAN - Puluhan pengunjukrasa menolak menolak uang pemberian dari Ketua Komisi B DPRDSU, Layari Sinukaban di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (22/7).
Hal itu terjadi saat Layari Sinukaban mencoba memberikan uang kepada puluhan massa mengaku tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Kemaksiatan, yang memprotes masih beroperasinya Barcelona Pub di Jalan Wiliiem Iskandar Medan.
"Maaf pak, kami tidak butuh uang saat ini karena sawah dan ladang orangtua kami masih bisa membiayai hidup kami. Sebab perjuangan kami ini murni untuk menutup beroperasinya Barcelona Pub yang saat ini masih diprotes warga," kata seorang koordinator aksi mengaku bernama Roy.
Melihat sikap tegas para mahasiswa tersebut, Layari Sinukaban terlihat malu dan langsung menghindari pengunjukrasa. Layari Sinukaban juga langsung memanggil rekannya di Komisi B DPRDSU, Syahrial Harahap yang semula ingin ditemui pengujukrasa.
Hal itu terkait sikap dan pernyataan Syahrial Harahap di sejumlah media massa, yang meminta Kapoldasu dan Dinas Pariwisata Provsu serta Dinas Pariwisata Kabupaten Deliserdang agar segera menutup Barcelona Pub.
"Kami hanya ingin bertemu dan diterima pak Syahrial Harahap. Sebab dirinya saat ini kami nilai masih tegas dan berani menyuarakan desakan agar Barcelona Pub ditutup,"kata pengunjukrasa.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Kemaksiatan yang tergabung dalam beberapa lembaga, diantaranya Sumut Independent Forum, Ikatan Mahasiswa Pendidikan (IMPI), Remaja Masjid Deliserdang, Pemuda Islam Indonesia (PEMI), Intelektual Muda Kristen (IMKRIS) Deliserdang, Gerakan Muda Kristen Pro perubahan (GMK PP) dan LSM Suara Rakyat.
Dalam pernyataan sikapnya, massa memprotes berdirinya Barcelona Pub di areal lembaga pendidikan, yaitu Unimed, IAIN, Amir Hamzah, AKPAR, AKPER, dan sejumlah sekolah yakni MAN 1, MAN 2, Budi Murni, SMPN 27 dan SMPN 35.
Selain itu, Barcelona Pub juga berdiri di areal rumah ibadah yakni Masjid At Tawwabin, Gereja HKBP dan Methodist. "Untuk itu kami meminta Barcelona Pub agar segera tutup, karena sudah tidak layak beroperasi sebab telah menyuguhkan tarian telanjang dan sarana komersialisasi sek dan judi. Jika tuntutan kami ini tidak diindahkan selama 3x24 jam,maka kami akan mengambil tindakan sendiri," tegas pengunjukrasa.
Menyikapi aksi massa, Syahrial Harahap yang datang menerima pengujukrasa meminta mahasiswa tetap konsisten berjuangan menutup sarana maksiat di Sumatera Utara khususnya Barcelona Pub. Sebab Syahrial mengaku, dirinya akan terus berjuang menutup Barcelona Pub.
Di hadapan massa, Syahrial Harahap juga mempertanyakan sikap Poldasu yang hingga kini belum menutup Barcelona Pub. "Jika jelang ramadhan juga belum tutup, maka kita harus bersama-sama turun berunjukrasa ke Barcelona Pub,"tegas Syahrial. (Jamal)