Jauhkan Asosiasi Keagamaan dari Operator Politik

Sorban.JPG

Banyak pelajaran penting dari keterpurukan umat yang membuat kita perlu mengingatkan agar asosiasi-asosiasi keagamaan Islam seperti Forum Silaturrahmi Umat Isalam Indonesia (FSUI).

 

Mereka dijauhkan saja dari operator-operator politik yang selalu menginginkan penunggangan terhadap komunitas Islam.  Akan lebih besar mudharatanya, dan itu sudah berulangkali terbukti secara empiris.

Lazimnya pola-pola yang ditempuh oleh asosiasi-asosiasi seperti ini adalah orientasi syiar yang amat dangkal dengan mengambil modus ceremony dalam berbagai bentuk. Orang bisa terkesima dengan aneka modus ceremony dengan segenap kemegahannya, dan bahkan terbius. Namun secara tak sadar hanya akan membuat komunitas Islam semakin jauh dari agenda kerja strategisnya sendiri. Mereka telah semakin jauh dari kesadaran pentingnya muhasabah (evaluasi diri umat).

Orientasi aktivitas asosiasi seperti itu juga sering ditandai oleh ciri lain, yakni berfikir amat umum, kurang suka memikirkan hal-hal teknis, formalistik dan bahkan biasanya menjadi tempat berkembang-suburnya feodalisme keagamaan.

Dampak perkembangan keberagamaan yang lebih menitik-beratkan ceremony patut dikhawatirkan terhadap degradasi kapabilitas komunitas umat Islam dalam berkiprah untuk Negara dan bangsanya.

Sekaitan akan digelarnya pertemuan FSUI di Asrama Haji Medan tanggal 25-27 Juni 2010, disarankan agar mampu membicarakan hal-hal yang sederhana namun substantif, misalnya program pemakmuran mesjid dengan menghadirkan 30 % dari total penduduk muslim di suatu komunitas untuk hadir pada setiap sholat lima waktu.

Percuma mesjid dibangun besar-besar dan bahkan sebagian dengan mengutip biaya di jalan-jalan raya. Mesjid megah diresmikan, jama’ah amat minim.

Shohibul Anshor Siregar, Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU,oordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBASIS)

cara mudah dan murah membuat website