Massa HTI Demo di DPRDSU

Ariel, Luna Maya dan Cut Tari

Massa HTI Demo di DPRDSU
demo-hti-porno.JPG

MEDAN - Sekitar 300 massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumut demontrasi di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (21/6). Meminta pemerintah menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi dengan pasal-pasal perzinahan.

“Ariel, Luna Maya dan Cut Tari harus ditindak tegas dengan hukum zina. Terapkan hokum razam bagi mereka”, kata demonstran dalam orasinya.

HTI menilai pemerintah terlalu bermain-main dengan kasus pornografi dan pornoaksi. Walau sudah jelas sebagai pelaku, namun hukum belum mampu menjeratnya sehingga menjadi konsumsi publik merusak moral bangsa.

Demonstran mencontohkan kasus video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, malah diseret-seret kearah privasi dan digiring sebagai korban. Padahal, dalam agama Islam, hukum perzinahan sudah jelas dan harus dikenakan sanksi tegas bagi para pelakunya.

Pimpinan aksi,  Ustad Musdar Syahban dalam orasinya menuding sikap tak tegas pemerintah ini, membuktikan sistem demokrasi tidak bisa menyelesaikan masalah. Maka sebagai penganut agama Islam, seharusnya Ariel, Luna Maya dan Cut Tari dikenakan hukuman zina.

“Kita desak agar pemerintah tegas terhadap pelaku perzinahan, karena  perbuatan Zina itu sudah jelas hukumannya,” kata  Ustad Musdar Syahban dalam orasinya.

Massa HTI yang ikut membawa anak-anaknya itu mulai berkumpul di halaman gedung DPRD Sumut, sekitar pukul 11:00. Mereka membawa bendera organisasi tersebut serta spanduk-spanduk yang mengecam tindakan pornografi dan pornoaksi di Indonesia yang bertentangan dengan syariat Islam.

Musdar Syahban mengkhawatirkan, peredaran serta pemberitaan video mesum mirip artis itu akan menumbuhkan prilaku seks bebas dan seks pranikah. Malah menimbulkan kesan di masyarakat bahwa perbuatan zina tersebut adalah suatu perbuatan yang biasa.

“Semakin meningkatnya prilaku seks bebas tentu akan semakin meningkatkan bahaya bagi masyarakat. Seperti hamil diluar nikah serta aborsi. Banyak data yang menunjukkan lebih 2 juta kasus aborsi setiap tahunnya di negeri ini,” katanya.

Apalagi, menurutnya, video mesum mirip artis dan video-video porno saat ini sangat mudah diakses di internet, bahkan oleh anak-anak sekalipun. Karena itu HTI meminta pemerintah untuk  segera mengatasi persoalan yang sangat merusak moral umat ini.

Ditegaskan, penyebaran video mesum dan prilaku bebas adalah karena paham sekularisme dan liberalism yang berkembang di masyarakat. Paham tersebut menolak peran agama dalam kehidupan umum, serta agama dianggap sebagai urusan pribadi dan dipersempit sebatas urusan spiritual dan ritual.

“Karena itu mari kita tegakkan syariat Islam. Karena kasus video mirip artis ini bukan yang kasus pertama dan terakhir. Ini menegaskan bahwa sistem yang ada saat ini sudah tidak bisa mengatur,” tambah Humas HTI, Azwir ibnu Azis.

Aksi unjukrasa itu sendiri diakhiri dengan acara doa bersama dipimpin Ustad Musdar Syahban, yang mendoakan agar seluruh umat Islam di negeri ini diselamatkan dari prilaku pornoaksi dan pornografi yang sangat bertentangan dengan syariat Islam.

Usai melaksanakan doa bersama, massa HTI lalu membubarkan diri meninggalkan gedung dewan dengan tertib. Tidak ada satupun anggota DPRD Sumut yang menerima aksi tersebut, karena bertepatan dengan pelaksanaan Kunjungan kerja dewan ke masing-masing daerah pemilihannya.(Jen)

cara mudah dan murah membuat website