MEDAN – Aktualisasi Misi Kerasulan Muhammad Saw dalam Membangun Masyarakat Berperadaban, akan diseminarkan di AIN Sumut pada Sabtu 12 Juni 2010 mendatang.
Demikian disampaikan Dr. Harun Alrasyid, MA selaku ketua panitia didampingi oleh Drs. Maraimbang Daulay, MA selaku Ketua Jurusan Aqidah Filsafat bersama Mardian Idris Harahap, MA sebagai sekretaris panitia di gedung Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut Jl. Williem Iskander Pasar V Medan Estate, Selasa (8/6).
“Penyelenggaran seminar ini adalah Jurusan/Program studi Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin di American Corner Kampus II (dua) IAIN Sumut”, kata Harun Alrasyid.
Seminar akan mengkaji problematika yang dihadapi umat Islam dewasa ini, terutama semakin meningkatnya dekadensi moral ditengah-tengah masyarakat yang ditandai semakin luas dan berkembangnya perilaku kejahatan dan tindakan asusila. Seperti perampokan, pembunuhan, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, penipuan, pemerkosaan, bahkan perzinahan yang melibatkan tidak hanya masyarakat berpendidikan rendah, bahkan pelakunya orang terpelajar dan berpendidikan tinggi.
Dikatakan, masyarakat kita sekarang ini sedang mengalami alienasi budaya, semacam kepribadian yang pecah ditandai dengan semakin meningkatnya disorientasi tujuan hidup. Akibat dari kondisi ini menimbulkan perilaku yang praktis pragmatis dan hedonis, tanpa mempertimbangkan tindakannya bertentangan dengan nilai agama dan budaya atau tidak.
Karenanya, kata Harun Alrasyid, untuk mencari jawaban atas persoalan tersebut, maka Jurusan/Program studi Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut bekerjasama dengan DPP Jam’iyyatul Islamiyah Jakarta menyelenggarakan seminar ini.
Seminar menampilkan pembicara Prof DR. H. Syahrin Harahap, MA guru besar IAIN Sumatera Utara, dan Dr. H. Aswin Rose Yusuf, Sp., J Ketua Umum DPP Jam’iyyatul Islamiyah. Membahas bagaimana sesungguhnya membangun masyarakat bermoral sebagai ciri utama masyarakat beradab, melalui aktualisasi nilai-nilai yang menjadi misi kerasulan Muhammad Saw.
“Tujuan utama dari misi kerasulan Muhammad Saw adalah menyempurnakan akhlak karimah manusia, yang didasari sifat-sifat Nabi yaitu, shiddiq, amanah, tabligh, fathonah”, kata Harun Alrasyid.
Sifat-sifat mulia dan terpuji tersebut katanya, terbukti merupakan modal utama Nabi Muhammad Saw dalam mengembangkan ajaran Islam pada masanya baik pada periode Mekah maupun Medinah sehingga melahirkan peradaban Islam yang begitu tinggi dan mulia.
Menurutnya, seminar nasional ini akan diikuti sebanyak 250 orang peserta, yang berasal dari dosen atau akademisi, utusan organisasi Islam, utusan DPD Jam’iyyatul Islamiyah se Indonesia, mahasiswa dan tokoh masyarakat. (Jenderal)