Proyek Road Race Terancam Batal

Muslim-Simbolon-Mayjen.jpg

MEDAN - Proyek Sirkuit  road race senilai Rp3.749 miliar yang dikucurkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) 2010  dan dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut  terancam batal.

 

Pasalnya Komisi E DPRD Sumatera Utara akan mengalihkan anggaran pembangunan sirkuit tersebut, kepada program lain yang lebih berarti untuk perkembangan olahraga daerah ini.

Anggota Komisi E DPRD Sumut Muslim Simbolon, selaku panitia anggaran kepada wartawan, Senin (24/05) menegaskan pihaknya akan menyurati Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE, Bapeda dan Biro Keuangan Pemprovsu terkait rencana pemangkasan terhadap beberapa pos anggaran Dispora SU termasuk di antaranya proyek Road Race.

Kebijakan tersebut, kata Muslim sehubungan kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi E DPRD SU yang dipimpin Sopar Siburian dengan Dispora SU 17 Mei lalu.

“Pembuatan sirkuit road race yang menelan biaya miliaran dari uang rakyat dinilai masih belum sesuai dengan tingkat kebutuhan dan segmen olahraga daerah ini. Cabang olahraga itu belum terlalu bersifat massal,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Apalagi dalam rapat tersebut Kadispora Sumut Parlautan Sibarani dianggap kurang memberikan penjelasan yang memuaskan menjadi alasan prioritas pembangunan sirkuit road race.

“Jika alasannya untuk mencegah kebut-kebutan pemuda di jalan raya, apa bisa  dijamin setelah dibangun sirkuit balapan bermotor itu tidak ada lagi kebut-kebutan di jalan,” cetus Muslim.

Selain rencana pembatalan sirkuit tersebut, Muslim juga mengatakan panitia anggaran DPRD Sumut akan memangkas beberapa anggaran lain dari APBD Dispora Sumut, di antaranya untuk pembangunan Kolam Renang Selayang senilai Rp4.99 miliar serta pos anggaran untuk Paskibraka Sumut yang tertera dalam APBD 2010 Dispora Sumut senilai Rp748.470 juta.

“Untuk Paskibraka itu Komisi E berkesimpulan perlu dilakukan pemangkasan karena jumlah tersebut tidak masuk akal, “ ujar Muslim yang mengaku kerap menerima telepon setiap kali mengkritisi anggaran Dispora Sumut.

Sementara untuk pembangunan kolam renang baru di lokasi Kolam Renang Selayang dewan menilai belum perlu dilakukan, apalagi sampai menelan anggaran mencapai Rp5 miliar. Hal itu disebabkan kolam renang Selayang yang ada saat ini masih layak dan bisa
diandalkan.

Malah, kata Muslim masih lebih baik jika dilakukan kerjasama dengan Unimed, dengan memberdayakan kolam renang milik universitas tersebut.

“Harusnya kita semua maklum, sudah anggaran terbatas maunya programnya juga harus menyentuh kepada program mendasar. Namun proyek-proyek yang kita lihat di Dispora SU banyak yang kurang menyentuh,” tegas Muslim Simbolon.(Irma)

cara mudah dan murah membuat website