Sarat Rekayasa dan Intervensi

Hasil Musda Golkar Nias Barat Dianggap Cacat

Sarat Rekayasa dan Intervensi
logo-partai-golkar_Mayjen.jpg

MEDAN - Hasil Musda Partai Golkar Nias Barat, diminta segera dibatalkan, karena ditengarai berlangsung penuh rekayasa dan sarat intervensi dari oknum DPD Partai Golkar Sumut.

“Musda Nias barat sarat rekayasa dan intervensi, maka Wantim (Dewan Pertimbangan) perlu membatalkannya”, kata kader senior Partai Golkar Kasaro Daeli alias Ama Agus Daeli di Medan, Senin (8/3).
Didampingi sejumlah tokoh Golkar Nias maupun fungsionaris DPD SOKSI dia menuding hasil Musda Golkar Nias Barat ‘abal-abal’. Oknum pengurus DPD Partai Golkar Sumut menempatkan kroni-kroninya sebagai pengurus, sehingga telah mengabaikan kebesaran Partai Golkar.

“Ini sangat membahayakan partai, khususnya di wilayah pemekaran Nias," ujar Daeli.

Diungkapkannya, dari fakta, data-data dan bukti kejadian tentang rekayasa Musda tersebut terlihat, tidak ada tanggapan maupun pandangan umum PK-PK (Pengurus Kecamatan), tidak ada pengarahan DPD I, sehingga dianggap tidak sesusai amanat  AD/ART partai serta peraturan yang berlaku di Partai Golkar.

Karena itu, diminta kepada Ketua DPD  Partai Golkar Sumut tidak mengeluarkan SK pengesahan pengurus DPD
II Golkar Nias Barat dan segera melaksanakan Musda ulang yang demokratis, sesuai prosedur sekaligus menjadikan forum pendidikan politik bagi masyarakat.

Selain itu, ujar Ketua Dewan Penasihat Sohili ini, pihaknya juga meminta DPD Partai Golkar Sumut membentuk tim untuk menggelar Musda ulang  Partai Golkar di Pulau Nias khususnya Nias Barat, sesuai dengan AD/ART Partai Golkar sekaligus menjauhkan intervensi dari oknum-oknum pengurus partai.

Prosedural

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut yang juga Ketua Korda Partai Golkar Kepulauan Nias Dodi Zaman Gomo Mendrofa, SH membantah secara tegas tudingan bahwa Musda Partai Golkar Nias tidak demokratis maupun sarat intervensi.

"Musda itu telah sesuai prosedural dan sangat demokratis serta mengacu kepada AD/ART partai. Tidak ada intervensi maupun rekayasa dari pihak manapun juga," ujar Zaman Gomo sembari memaklumi adanya riak-riak kecil pasca Musda dari kelompok yang tidak siap kalah.

Zaman Gomo juga membantah tudingan bahwa dirinya menempatkan kroni-kroninya dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Nias Barat.Terbukti dari awal Musda berjalan dengan lancar dan pemilihan dilakukan secara voting tertutup, sangat tidak memungkinkan dilakukan intervensi. (Mery)

cara mudah dan murah membuat website