MEDAN - Dinas Kesehatan Sumut mengingatkan seluruh Kabupaten/Kota waspada terhadap ledakan kasus HIV/AIDS. Karena secara epidemologis, setiap satu kasus ditemukan paling tidak ada 100-200 kasus yang sebenarnya ada di tengah masyarakat.
"Itulah dia fenomena gunung es. Tiap satu kasus, maka ada 100-200 kasus tersebar di masyarakat," sebut Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG, Rabu (17/2).
Khusus untuk empat Kabupaten/Kota, Batubara, Asahan dan Tanjung Balai dan Labuhan Batu, hasil survei terbaru sangat mengejutkan. Kabupaten Batubara, ditemukan dua kasus dari 200 pria yang di survey, untuk Kabupaten Labuhan Batu, dari 100 narapidana yang di survei ditemukan 9 kasus.
Sedangkan Asahan, ditemukan dua kasus HIV/AIDS dari 45 wanita pekerja seks (WPS) dan di Tanjung Balai, 1-2 kasus dari 100 pria yang di survei.
Menurutnya, kasus tersebut patut diwaspadai, karena kasus yang ditemukan jika tanpa diintervensi, maka dalam tiga sampai lima tahun ke depan, ledakan kasus akan terjadi. Kekhawatiran Dinkes Sumut, katanya, cukup beralasan. Pasalnya, belum ada keseriusan Kabupaten/Kota untuk penanggulangan HIV/AIDS di daerah masing-masing. Terbukti, belum maksimalnya peran sosialisasi pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan belum ada klinik voluntary conseling and testing (VCT) di daerah.
"Banyak daerah yang belum punya Klinik VCT. Bahkan, ada daerah yang sudah dilatih SDM nya, tapi kilik VCT tak kunjung buka. Padahal, sangat mudah untuk membuka klinik tersebut. Dan Dinkes Sumut siap membantu pemberian reagensia untuk tes HIV," jelas Andi.
Persoalan ini, tambahnya, harus diatasi sedini mungkin. Apalagi, sudah ditargetkan penemuan kasus 80 persen untuk kalangan berisiko tinggi dan 60 persen di antaranya memeriksakan diri ke KLinik VCT. Kalau hal ini tercapai, maka pada 2015 nanti berhasil diselamatkan terpapar HIV/AIDS sebanyak 50 persen dari kalangan usia 15-24. (Rijal)