RS Haji Medan Harus Jadi ’Icon’ Sumut

Rumah_sakit_Repro.jpg

MEDAN - Sebagai rumah sakit milik Pemprovsu yang operasionalnya dibiayai APBD Sumut, RS Haji Medan seharusnya bisa menjadi ‘icon’ kesehatan di Sumatera Utara. Apalagi, pada tahun 2010 ini, RS tersebut mendapatkan anggaran Rp7 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.

”Seharusnya RS Haji Medan bisa menjadi ikon pelayanan kesehatan di Sumatera Utara,” tutur Anggota Komisi E DPRD Sumut, Budiman P Nadapdap, terkait hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E dengan pihak direksi RS Haji Medan, Selasa (17/2).

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi E, Syafrida Fitri dan dihadiri sejumlah anggota Komisi E yakni Evi Diana, Timbas Tarigan, Siti Aminah, A Hosen Hutagalung, Muslim Simbolon, Zulkifli Husein dan sejumlah anggota lainnya, juga dihadiri Direktur RS Haji Medan MP Siregar.

Menurut Budiman, sebagai rumah sakit yang dibiayai Pemprovsu, manajemen RS Haji Medan harus bisa menyatukan persepsi terhadap visi dan misi Gubsu agar rakyat tidak sakit.

”Caranya ya dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Medan dan khususnya Sumatera Utara. Bahkan RS Haji harus menjadi icon pelayanan kesehatan di daerah ini,” kata Budiman yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut.

Untuk itulah menurutnya, pentingnya agar anggota Komisi E DPRD Sumut dapat duduk bersama dengan pihak direksi, membahas bagaimana agar peningkatan kualitas kesehatan ini dapat  terwujud. ”Kita harapkan peningkatan bukan hanya dari sudut kuantitas tapi juga kualitas pelayanannya,” ujar Budiman Nadapdap.

Hasil pertemuan Komisi E DPRD Sumut dengan pihak RS Haji Medan juga berkesimpulan agar RS tersebut perlu dipertahankan keberadaannya, mengingat posisinya yang sangat strategis dalam melayani kesehatan masyarakat.

Hanya saja, menurut Sekretaris Komisi E Syafrida Fitri, perlu dilakukan peningkatan pelayanan, alat medis dan fisik bangunan. Selain itu Komisi E juga akan merekomendasikan kepada Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE untuk memperjelas status RS Haji Medan, apakah milik yayasan atau milik Pemprovsu. Mengingat sejauh ini Gubsu juga merupakan Ketua Yayasan RS Haji Medan.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Direktur RS Haji Medan MP Siregar yang hadir dalam pertemuan itu mengakui bahwa pihaknya belum memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

”Namun kedepan tentu pelayanan ini harus lebih baik dan akan kita tingkatkan,” kata MP Siregar.

Apalagi, RS Haji Medan yang melayani tak kurang dari 4.400 pasien per bulan ini juga melayani pasien anggota Jamkesmas. Tak hanya dari kalangan muslim, namun terbuka luas bagi masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin mendapatkan perobatan. (Miranti)

 

cara mudah dan murah membuat website