MEDAN -Menu makanan Panji Jompo jompo Abdi Dharma Asih di Jalan Printis Kemerdekaan Binjai, lebih buruk dari makanan narapidana di penjara. Jangankah menu lima sehat satu sempurna, 158 binaan mayoritas berusia di atas 75 tahun itu sehari-hari lebih banyak makan tempe.
Demikian keluhan sejumlah penghuni panti jompo kepada anggota Komisi E DPRDSU saat melakukan kunjungan mendadak (Sidak) ke panti tersebut, Senin (3/8).
Sidak dipimpin Ketua Komisi E DPRDSU, Budiman P Nadapdap diikuti sejumlah anggota yakni Rinawati Sianturi, Abul Hasan Harahap, Darwis Batubara dan TMH Sinaga.
"Inilah menu makanan kami sehari-harinya," kata Baharuddin Samosir yang mengaku sudah enam tahun berada di panti tersebut.
Dia yang pernah menjadi penghuni di Lembaga Pemasyarakatan bahkan mengatakan menu makanan di sana jauh lebih sehat. Di penjara itu mereka masih dapat bubur kacang hijau setiap pagi.
Komisi E DPRDSU juga langsung melihat rantang-rantang plastik berisikan menu makan sore yang disajikan, Iyem si tukang masak. “Hanya sayur bayam bersantan dan sambal teri sampah. Kami menamakan menu ini menu 3 T yakni tahu, tempe dan teri memang menjadi menu rutin setiap harinya,” katanya.
Dia mengaku dirinya hanya diperintahkan untuk memasak, sedangkan belanjaan sudah disediakan oleh penanggungjawab panti, disebut-sebut bernama Tama Surbakti. Dia juga mengaku penghuni tak pernah lagi menyentuh susu dan roti untuk menu sarapan pagi.
Sedangkan buah seperti pisang dan pepaya hanya disediakan seminggu sekali. Padahal menu pada 2007 lalu, dikepalai Drs H Awaluddin Nasution dan ahli gizi Puskesmas Antoni Sembiring AMG sangat jauh lebih layak dibanding sekarang.
Tertera pada menu tahun 2007 warga panti jompo rutin mendapatkan susu, bubur kacang hijau maupun roti pada menu sarapan pagi. Bahkan ikan, daging ayam maupun daging sapi menjadi menu sehari-hari mereka.
Kondisi menu yang disajikan itupun menurut anggota DPRDSU cukup memprihatinkan. Apalagi disebutkan ikan teri yang disajikan hanya 3 kg untuk mencukupi 158 warga panti, setiap harinya.
Padahal menurut Budiman P Nadapdap, anggaran yang dikucurkan Pemprovsu untuk kebutuhan menu makanan seluruh panti di Sumut mencapai angka Rp7 miliar pertahun. Selain itu, rata-rata perorang mendapat rincian biaya Rp10 ribu untuk tiga kali makan/ harinya.
Kunjungan mendadak ini sengaja dilakukan, karena pihak Dinsos Sumut meminta tambahan dana untuk biaya makanan penghuni panti jompo.
“Padahal kita melihat biaya Rp10 ribu perhari pun masih bias untuk memberikan menu yang layak, bukan menu asal-asalan seperti yang kita lihat," ujar Budiman.
Dalam gambar, nampak saat Komisi E DPRDSU dipimpin Budiman P Nadapdap menyaksikan langsung menu 3 T (Tahu,Tempe,Teri) yang disajikan untuk penghuni panti jompo di Dharma Asih.(Hafni)