Banjir Bandang Sidimpuan Dilidik

Banjir_Bandang_Mayjen.jpg

MEDAN - Polda Sumut telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan penyebab banjir bandang yang melanda Desa Labuhan Rasoki dan Manjunjang Jae di Kota Padang Sidempuan, yang terjadi Rabu (3/2).

Kapoldasu, Irjen Pol Badrodin Haiti, usai sholat Jumat di Mapoldasu mengatakan, tim yang diturunkan tersebut nantinya akan menyelidiki penyebab banjir bandang yang telah memporakporandakan puluhan rumah dan merendam ratusan rumah lainnya di desa tersebut.
“Kalau ditemukan adanya dugaan perambahan hutan, maka akan ditingkatkan ketahap penyelidikan hingga penyidikan. Dan sampai saat ini belum ada laporan dari anggota dilapangan,” kata Kapoldasu Irjen.Pol.Drs.Badrodin Haiti .

Tentang banyaknya ditemukan akar dan pohon kayu yang terseret banjir kelokasi perumahan penduduk, kapoldasu mengaku belum dapat menyimpulkan akibat illegal logging dan perambahan hutan.

“Kayu gelondongan dan akaran kayu yang terseret di Sungai Kalimati dan di perbukitan Tor Simincat, akan dijadikan sebagai bahan penyelidikan,” tegas Badrodin.

Didampingi Dir Reskrim Kombes.Pol.Drs. Agus Andrianto,SH, Kabid Humas Poldasu Kombes.Drs.Baharudin Djafar,Msi, Jenderal bintang dua itu mengatakan penyelidikan itu akan terkait dengan penyelidikan di Kab Madina beberapa waktu lalu. “ Kan ada dua banjir di Sumatera Utara, termasuk di Madina juga. Nanti bersamaan itu penyelidikannya,” tandasnya.

Pimpinan tertinggi di Poldasu itu menambahkan, tim yang diturunkan belum dapat melakukan penyelidikan karena kondisi belum memungkinkan dan masih menunggu cuaca baik.

Sementara informasi menyebutkan, ada sejumlah kegiatan perusahaan dihulu sungai untuk mengalihfungsikan hutan menjadi kebun kelapa sawit. Perusahaan tersebut sudah didata pihak kepolisian untuk diselidiki perizinannya. (Jostam)

cara mudah dan murah membuat website