
MEDAN - Seorang wanita pria (waria) menjadi pusat perhatian ketika berlangsung rapat dengar pendapat Komisi E DPRD Sumut dengan Kapoldasu, Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Sosial dan Biro Bina Kemasyarakatan Sosial Pempropsu di aula Gedung DPRD Sumut, Kamis (4/1).
“Waria ini mewakili 500 orang rekan sejenis yang ikut rapat hari ini sebagai wujud kepedulian terhadap upaya penanggulangan narkoba,” kata Ketua Badan Pengurus Medan Plus, Eban Totonta Kaban..
Menurut Totonta, waria bernama Shakila yang tampil mengenakan kaus tangan pendek bewarna merah ini ikut bersama rekan-rekannya memberantas penyalahgunaan narkoba bersama tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, dan dinas terkait di Pempropsu.
“Dia bisa jadi ikon, meski sebagian masyarakat masih memandang miring kehadiran seorang waria,” ujar Totonta.
Namun Totonta optimis, kehadiran Shakila yang ikut bergabung dalam Medan Plus akan diterjunkan di kabupaten/kota untuk mensosialisasikan bahaya narkoba bagi masyarakat.
Terhadap keikutsertaan ini, Komisi E DPRD Sumut yang diwakili Wakil Ketua Sopar Siburian menyambut baik. “Kita welcome, Komisi E juga begitu. Kita bisa kapan saja ditemui, 24 jam untuk bersama-sama menanggulangi narkoba,” katanya.
Rapat dengar pendapat ini membahas berbagai langkah penanggulangan narkoba dalam menyongsong Indonesia bebas narkoba tahun 2015.
Shakila adalah satu dari sekian sosok waria yang bergabung dengan Medan Plus, yang merupakan mitra BNN Propinsi Sumut. “Selama ini, Shakila banyak membantu kita. Daripada elemen masyarakat lain, yang meski normal, tetapi cuek saja bahkan tidak mau dilibatkan,” kata Totonta.
Penanggulangan narkoba menjadi target BNN Propinsi Sumut yang langsung di bawah komando Poldasu. “Nggak ada masalah, siapa saja boleh,” kata Kapoldasu, diwakili Karo Bina Mitra Poldasu, Kombes Suwarno.
Dalam pertemuan itu, Kombes Suwarno berseloroh dengan kehadiran seorang waria ketika bertemu dengan seseorang dari Sumatera Barat. Dalam sebuah pertemuan, waria yang tidak disebut namanya itu menelpon seorang pria, dan mengatakan dia berasal dari Padang . “Namun waria itu spontan menjawab, ah malas ah, punya Padang pedas,” ujar Kombes Suwarno, disambut derai tawa. (Partono)