
MEDAN - Seluruh anggota DPRD Sumut akan menjalani tes air seni (urine). Langkah ini diharapkan menjadi awal dari “pembersihan” seluruh wakil rakyat itu dari penggunaan obat-obatan terlarang menghadapi Indonesia bebas narkoba tahun 2015.
“Kita harapkan, pemeriksaan air seni terhadap anggota dewan ini jadi pemacu bagi semua pihak untuk bersama-sama membebaskan negeri ini dari pengaruh narkoba, “ kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Sopar Siburian di Medan, tadi sore.
Dia mengutarakan hal itu pada rapat dengar pendapat dengan Poldasu, jajaran Dinas Sosial Sumut, Biro Bina Kemasyarakatan Sosial Pempropsu, dan sejumlah LSM terkait.
Menurut Sopar, penanggulangan narkoba memerlukan kerja sama lintas pihak, mulai dari bawah sampai atas.”Kita tidak usaha jauh-jauh bercerita, mari kita mulai dari diri kita sendiri,” kata Sopar Siburian.
“Melalui pimpinan, Komisi E akan memulai langkah pengusulan pemeriksaan tes urine para anggota dewan, mulai dari pimpinan sampai anggotanya. Kita berharap langkah ini nantinya disusul oleh para wakil rakyat itu di 33 kabupaten/kota di Sumut,” ujar Sopar.
Menyinggung soal dana, anggota Komisi E Nurhasanah mengatakan, pihaknya prihatin dengan dana Rp100 juta dari Pempropsu yang digulirkan untuk penanggulangan narkoba. “Dana itu tidak memadai, apalagi selama ini uangnya hanya untuk biaya sosialisasi di tiga kabupaten/kota di Sumut. Ini jelas tak cukup,” ujarnya.
Begitu juga dana yang dialokasikan pusat ke BNN Sumut yang mencapai Rp2,8 miliar. “Namun dana ini pun nyangkut di Pempropsu. Kita nantinya akan telusuri mengapa bisa tertahan,” katanya.
Berbeda dengan Propinsi Bali, kata Kapoldasu diwakili Karo Bina Mitra Poldasu, Kombes Suwarno, yang dianggarkan sebesar Rp50 miliar. Menurut Kombes Suwarno, bagaimana BNN bisa berbuat kalau anggarannya sedikit.
“Kita mau bergerak pasti butuh dana tunjuk, kalau minim, sulit kita bergerak,” katanya,
Dia juga memahami penggunaan narkoba yang merajalela di sejumlah daerah, termasuk Tanjungbalai, seperti disinyalir anggota Komisi E, Khairul Fuad. Fuad mengatakan, linting melinting ganja sudah jadi hal biasa di Lembaga Pemasyarakatan di T Balai. “Bahkan, agen-agen narkoba bebas berkeliaran di sana ,” katanya.
Menurut Kombes Suwarno, pihaknya berjanji akan berupaya lebih maksimal, dengan berharap, masyarakat ikut membantu. “Sebenarnya, gampang sekali memberantas narkoba. Salahsatu adalah ketika pagi hari, saat senam pagi, katakan narkoba no, prestasi, yes,” ujar Suwarno berpromosi. (Partono)