Vidio Kebrutalan Massa Protap Diputar

Satu Tahun Tragedi Maut DPRD Sumut Diperingati

Vidio Kebrutalan Massa Protap Diputar
Tragedi_maut.jpg

MEDAN - Sekelompok masyarakat, Rabu siang ini (3/2) di Brothers Cafe Jalan Imam Bonjol Medan, memperingati satu tahun tewasnya Ketua DPRD Sumut Drs H Abdul Azis Angkat MSP, yang tewas dikeroyok ribuan massa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap).

 

Pengingatan satu tahun tragedi maut DPRD Sumut itu, diisi pemutaran   vidio kebrutalan massa Protap dan diskusi kecil bersama para wartawan. Pengacara keluarga almarhum, Afrizon Alwi dan anak almarhum Agung Arif Wibowo Angkat juga nampak hadir dalam acara sederhana itu.

Abdul Azis Angkat meninggal dunia pada Selasa 3 Pebruari 2009, beberapa menit setelah di evakuasi dari gedung DPRD Sumut akibat dikeroyok  ribuan massa pendukung Protap. Ribuan massa mengeroyok korban, memukuli, menyeret dan melemparnya, sehingga jatuh pingsan dan dievakuasi paksa ke RS Gleni Medan.

Dalam peringatan satu tahun tragedi maut DPRD Sumut itu, peserta rata-rata mengutuk tragedi maut itu. Muncul juga pernyataan betapa sangat disesalkan sikap majlis hakim PN Medan yang menyidangkan para tersangka, tidak menjatuhkan hukuman maksimal yakni hukuman mati bagi para tersangka.

Malah terungkap dalam dialog, betapa peran makelar kasus (Markus) berperan dalam menentukan vonis para tersangka.

Afizon Alwi pengacara keluarga almarhum juga merasakan kuatnya peran Markus di PN Medan, sehingga para tersangka tidak dijerat dengan hukuman maksimal.  PN Medan kata dia, tidak menjalankan subtansi kasus, tapi malah lebih menjaga institusinya.

"Keluarga korban belum memproleh rasa keadilan yang sebenarnya atas vonis yang ditetapkan PN kepada para pelaku. Malah sejumlah pihak yang seharusnya ikut dijerat atas keterlibatannya, belum tersentuh hukum", kata Afrizon Alwi.

Sampai sekarang, dialog masih berjalan diselingi pemutaran vidio kebrutalan massa Protap. Wajah-wajah yang nampak dalam vidio, termasuk para pelaku pengeroyokan, penyanderaan, pemukulan sebagian besar malah sangat dikenal akrap para undangan dan bebas diluaran tanpa dihukum. (Jenderal)

 

cara mudah dan murah membuat website