Segelintir Orang Ingin Bentuk Agama Baru di Indonesia

Menag_.JPG

MEDAN - Menteri Agama (Menag) RI, Suryadharma Ali mengatakan, segelintir orang di Indonesia saat ini ingin membentuk agama baru. Indikasinya antara lain lewat gugatan uji materi (judicial reviw) terhadap UU No.1 tahun 1965 tentang penyalahgunaan dan/atau penodaan agama.

Penegasan itu disampaikannya dalam pidato saat membuka Mukernas II dan Resepsi Harlah ke 37 PPP di Tiara Convention Hall Medan,Jumat (29/1).

Suryadharma Ali juga Ketua Umum DPP PPP menyatakan, minggu depan Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menyidangkan gugatan uji materi terhadap UU No.1 tahun 1965 itu. Gugatan diajukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, di dalamnya Imparsial, Elsam, PBHI, DEMOS, Setara, Desantara Foudantion, dan YLBHI.

“Kebanyakan dari organisasi nonpemerintahan itu, selama ini beroperasi atas pendanaan pihak-pihak asing”, katanya.

Ali memperkirakan, pencabutan undang-undang itu akan menimbulkan hal yang mengkhawatirkan. Karena kalau sampai undang-undang ini dicabut, maka setiap orang akan bebas menghujat agama apapun.

Setiap hari akan lahir orang yang mengaku mendapat wahyu Tuhan, menjadi juru penyelamat, menjadi ratu adil, menjadi imam mahdi, menjadi nabi, bahkan menjadi malaikat dengan menisbikan ajaran-ajaran sakrat yang diyakini setiap umat beragama.

Karenanya, atas nama Menteri Agama dan Ketua Umum DPP PPP menyerukan partai sejenis dan organisasi massa menggalang kekuatan mempertahankan keberadaan regulasi itu.

"PPP menyerukan agar seluruh umat beragama menyatukan langkah melawan gugatan tersebut," tegas Ali.

Menurut dia, sikap penolakan upaya penghapusan undang-undang itu, bukan hal antikebebasan. Melainkan melindungi hak sebuah agama untuk mempertahankan agamanya.

Di Indonesia, agama dan keyakinan yang diakui, Islam, Kristen, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghuju. Partainya, sambung dia, telah membentuk tim advokasi perlindungan kebebasan menjalankan agama.

Dalam bagian lain pidatonya, Ali mengajak kader PPP menyatukan semua potensi ummat Islam. Menjadi PPP kata dia, adalah menjadi Indonesia.

JATI DIRI

Sementara Gubsu H Syamsul Arifin SE dalam sambutannya antara lain mengharapkan agar PPP dapat mempertahankan jatidirinya sebagai partai amar ma’ruf nahi munkar. Terutama dalam mengawal moral bangsa, yang kian hari dirasakan makin dilanda krisis multidimensi.

“Sebagai partai yang dilahirkan ulama dan tokoh partai Islam, PPP selayaknya tetap memberi konstribusi yang penting bagi pembangunan demokrasi. Juga sebagai pengawal moral bangsa”, kata Gubsu.

Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal SAg juga menilai Mukernas II dan harlah ke 37 PPP kali ini sangat istimewa. Selain dilaksanakan di kota Medan Sumatera Utara, juga mengingat agenda penting yang ada didalamnya.

Karenanya sebagai tuan rumah, pihaknya berupaya mensukseskan perhelatan akbar itu, dengan menggelar sejumlah kegiatan. Antara lain Bazar diikuti 40 stand, lomba anak sehat, lomba dan pameran foto serta kegiatan sosial lainnya. (Jenderal)

cara mudah dan murah membuat website