MEDAN - Pengangkatan Kustiono untuk menangani PSMS Medan pada putaran kedua Divisi Utama musim ini menimbulkan pro dan kontra. Salah seorang pedukung PSMS Medan Sejati Bangun SH mengatakan, Kustiono tidak layak menjabat pelatih PSMS.
Alasan yang diungkapkannya memang masuk akal. Meskipun Kustiono berasal dari Medan, tapi belum pernah menangani tim sebesar PSMS. “Prestasi yang diperlihatkan Kustiono selama menjabat sebagi pelatih belum terlihat,” ujar Sejati Bangun di Medan siang tadi.
Yang paling penting, kata Bangun. Target yang diucapkan Kustiono, terkesan melemahkan tim. Kustiono hanya mampu menargetkan bertahan di Divisi Utama, sementara dari awal PSMS ingin masuk kembali ke Superliga musim depan. “Untuk apa target Cuma bertahan di Divisi Utama,” tanyanya.
Sejati Bangun menjelaskan, tim sekelas PSMS harusnya mempunyai target lolos ke Superliga, bukan sekedar bertahan di Divisi Utama. “Jadi, kalau cuma ingin bertahan di Divisi Utama, berarti Sumin Diharja juga belum gagal,” jelasnya.
Dengan demikian, pengurus PSMS terkesan tidak konsisten. Katanya, evaluasi diadakan untuk memperbaiki peforma tim, guna mewujudkan target lolos ke Superliga, tapi tiba-tiba mengambil pelatih yang tidak mempunyai target. “Kalau Cuma bertahan di Divisi Utama, itu namanya bukan target, tapi pasrah,” paparnya lagi. (Syamsir)