MEDAN - Anggota Komisi E DPRD Sumut Muslim Simbolon SAg minta Gubsu H Syamsul Arifin mengevaluasi dan kalau perlu segera mengganti Kadispora Provsu P Sibarani, sebab kinerjanya sejauh ini tidak memuaskan.
"Kapasitas yang bersangkutan dinilai tidak bisa diandalkan dalam memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga di daerah ini," katanya kepada wartawan di Gedung Dewan, Kamis (21/1).
"Terbukti, Kadispora P Sibarani kelihatannya tidak serius dalam menjalankan program peningkatan prestasi olahraga dan pemberdayaan pemuda di daerah ini," kata anggota Fraksi PAN ini.
Indikator ketidakseriusan Kadispora antara lain terlihat saat penyelenggaraan Popnas di Yogyakarta beberapa waktu lalu, P Sibarani tidak hadir pada acara pembukaan yang secara resmi dilakukan Menpora-RI.
"Hal ini menjadi bahan pergunjingan dan keluhan di kalangan atlit Popnas Sumut, yang berdampak pada tidak maksimalnya motivasi dalam bertanding meraih medali," ujarnya.
Dikatakannya, kalau memang sudah terbukti P Sibarani tidak serius dalam menjalankan tugas yang diembankan kepadanya, sebaiknya Gubsu segera menggantinya.Bahkan, kalau merasa tidak mampu, sebaiknya Sibarani mundur saja.
Indikasi ketidakmampuan Kadispora Sumut juga terlihat saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD Sumut barusan ini. Saat Muslim Simbolon dan beberapa anggota dewan mempertanyakan detail anggaran Dispora Sumut Tahun Anggaran 2009, P Sibarani tidak bisa menjawabnya dengan menampilkan data akurat. "Ini sungguh memalukan dan memprihatinkan," katanya.
Selain itu, tambah Muslim, terdapat beberapa hal yang menyebabkan Kadispora Sumut P Sibarani layak diganti. Pertama, pada 2009 prestasi olahraga Sumut menurun drastis. Kedua, pada 2010 tidak jelas program kepemudaan Dispora.
Ketiga, tidak ada program grand design menyangkut pembinaan pemuda dan olahraga di Sumut. "Kalau Dispora tidak mampu, sebaiknya pembinaan olahraga secara menyeluruh diserahkan saja kepada KONI Sumut,"ujarnya.
"Sejak era Kadispora Hakimil Nasution, Syakhyan Asmara, Arjoni Munir, kelihatannya di era kepemimpinan P Sibarani ini yang paling payah dan kurang dapat diandalkan," tegas Muslim Simbolon. (Ujung)