PPLP Perlu Dibangun di Kabupaten/Kota Sumut

MEDAN - Kadispora Sumut Parlautan Sibarani menyatakan, Sumut perlu memiliki Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di daerah kabupaten/Kota se Sumut. Karena PPLP sangat  memberikan kontribusi bagi kekuatan atlet di Sumut.

“Sumut sampai saat ini hanya memiliki satu PPLP yakni di Kecamatan Medan Sunggal. Atlet yang meraih medali emas pada event skala nasional di dominasi atlet PPLP itu. ,' ujar Parlautan dalam rapat dengar pendapat Komisi E DPRD Sumut dengan KONI Sumut dan Dispora Sumut di gedung dewan, Selasa (19/01).

Sementara itu Ketua KONI Sumut, Gus Irawan Pasaribu pada rapat  yang dipimpin Ketua Komisi E Brilian Moktar memaparkan, pentingnya sarana olahraga dibangun didaerah ini untuk menunjang peningkatan prestasi. Apalagi kata Gus yang Direktur Utama PT Bank Sumut, PON 20 atau pada tahun 2020 Sumut mencanangkan untuk menjadi tuan rumah PON.

"Tapi malu kita rasanya, Sumut yang termasuk provinsi terbesar,tak punya gedung olahraga refresentatif. Jadi maunya untuk persiapan PON bisa dibangunlah di daerah ini seperti yang dimiliki Provinsi Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Mereka juga punya gedung karena persiapan menjelang tuan rumah PON," papar Gus.

Namun dia menyesalkan untuk pembangunan Gedung Serba Guna saja harus menelan waktu hingga enam tahun. Bahkan sampai saat ini
pembangunannya pun tak berlanjut.

Dia berharap gedung tersebut bisa terjadual selesai hingga 2010  atau paling tidak awal 2011, mengingat Sumut akan tampil sebagai tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni.

Sedangkan berbicara prestasi, Gus juga memaparkan peningkatan prestasi atlet Sumut yang kini semakin memberikan kontribusi bagi prestasi atlet nasional.

Seperti pada SEA Games di Vietnam yang baru saja berlangsung, atlet Sumut berhasil menyumbang 2 medali emas untuk kontingen Indonesia melalui cabang wushu dan renang nomor estafet. Selain itu 3 perak dan 3 perunggu juga berhasil disumbangkan atlet Sumut. Prestasi ini meningkat dua kali lipat dibanding SEA Games lalu dimana para atlet Sumut hanya menyumbang 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Pada pemaparannya, Gus mendapat respon dari anggota DPRD SU, karena tidak sedikitpun membicarakan persoalan dana. Pada kesempatan itu, KONI Sumut hanya menyampaikan harapannya, agar gedung refresentatif di daerah ini segera terbangun.      

Namun beda dengan instansi Disporasu yang menurut dewan hanya meminta usulan anggaran tanpa menggambarkan dan memaparkan grand desain dari pembinaan selama ini, baik itu untuk bidang pemuda maupun olahraga.

"Bagaimana kita melihat tolak ukurnya," sebut Zulkifli Husein dari Partai Amanat Nasional. Dalam hal ini, dewan juga meminta agar kinerja Disporasu dievaluasi. Dewan bahkan tidak melihat pola kemitraan antar Dispora dengan KONI.

Dalam hal ini sebut Zulkifli, dewan tidak melihat pembinaan pemuda lebih intensif dipaparkan oleh Kadispora. Namun pimpinan instansi tersebut lebih banyak membahas tentang olahraga yang harusnya bisa dilakukan secara berimbang.

Sementara anggota Komisi E, Nurhasanah S Sos menyatakan, pada perinsipnya wakil rakyat sangat merespon berapa besar anggaran yang dibutuhkan dua instansi tersebut untuk peningkatan prestasi olahraga. Apalagi bertujuan agar Sumut kembali menjadi gudangnya atlet berprestasi.

"Memang kita juga turut prihatin dengan kondisi olahraga di daerah ini. Namun tidak usah terlalu panjang lebar, harusnya ada parameter yang bisa menjadi masukan bagi kami agar kami bisa memperjuangkan anggaran baik melalui APBD maupun APBN," ujarnya.

Hadir pada pertemuan itu, antara lain wakil Ketua Komisi E Sofar Siburian SH, Ahmad Hosen Hutagalung, Robert Nainggolan, Salomo Pardede, Muslim Simbolon, Musdalifah. (Irma)

cara mudah dan murah membuat website